Meratap menatap jingga yang kian gelap
Menepis senyuman, menepis kebahagiaan
Hanya berlutut dan berdo’a
Hanya bersujud hingga tampak luka dahinya
Bermuka lugu
Berjenggot tipis
Mata sembab bekas air mata tiap malam
Meninting tasbeh berkilau tiap hari, tempat dan waktu
Hanya berlutut, bersujud, menyebut.
Tak pernah berusaha mendapatkan keinginan
Tak berguna,
Hanya tangisan kepada Tuhan yang dilakukannya
Hanya bahagia diri yang diharapkannya
Berdakwah tak lelah
Menasihati tak melakukan
Hanya berhenti dan berharap
Tanpa berlari dan mendapat
dewasetyadji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar